IPNU IPPNU
Awal berdirinya organisasi IPNU di ilhami kebutuhan akan sebuah wadah organisasi dalam mengekspresikan ide gagasan, dan potensi belajar, santri dan mahasiswa seluruh Indonesia di bawah naungan Nahdlatul Ulama’. Di beberapa daerah bermunculan organisasi remaja, pelajar maupun santri yang beraviliasi dengan Nahdlatul Ulama, di antaranya Tsamrotul Mustafidin yang terbentuk tanggal 11 Oktober 1936 di surabaya, persatuan anak-anak Nahdlatul Oelama’ (PERSANO), Ikatan Moerid Nahdlatul Ulama’ (IMNO), pada tahun 1945, Ijtimaut Tholabah Nahdlatul Oelama’ (ITNO), pada tahun 1946, Syubbanul Muslimin yang berdiri di Madura. Namun gerakan itu masih bersifat kedaerahan dan masih sulit di koordinasi. Hingga pada tahun 50-an mulai menggeliat gerakan-gerakan muda yang melahirkan organisasi pelajar di antaranya Ikatan Siswa Muballighin Nahdlatul Oelama’ (IKSIMNO) pada tahun 1952 di Semarang, Persatuan Pelajar nahdlatul Oelama’ (PEPERPENO) di Kediri, Ikatan Pelajar Islam Nahdlatul Oelama’(IPINO), Ikatan Pelajar Nahdlatul oelama’ (IPNO), di Surakarta dsb.
Dari latar tersebut mengilhami akan kebutuhan berdirinnya organisasi pelajar dan santri pada level nasional, sehingga pada Konbes LP Ma’arif di Semarang IPNU diplokamirkan sebagai organisasi yang mewadai pelajar se-Nusantara secara resmi pada tanggal 24 Februari 1954 bertepatan tanggal 20 jumadil Akhir 1373. Adapun pelopornya antara lain : M. Sofyan Cholil, H. Musthafa, Achmad Masjhub dan A. Ghani Farida M. Uda. Sebagai ketua umum disepakati Mochamad Tolchah Mansur.
Baca juga: LP Ma'arif dari masa ke masa
Sedangkan Sejarah kelahiran IPPNU dimulai dari perbincangan ringan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA) Surakarta, tentang
keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanyaorganisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Hasil obrolan ini kemudian dibawa ke kalangan NU, terutama Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU yang akan diadakan di Malang. Selanjutnya disepakati bahwa peserta putri yang akan hadir di Malang dinamakan IPNU putri.
Dalam suasana kongres IPNU, yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari – 5 Maret 1955, ternyata keberadaan IPNU putri masih diperdebatkan secara alot. Rencana semula yang menyatakan bahwa keberadaan IPNU putri secara administratif menjadi departemen dalam organisasi IPNU. Namun, hasil pembicaraan dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusifitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut, pada hari kedua kongres, peserta putri yang terdiri dari lima utusan daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan jajaran teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yakni PB Ma’arif (KH. Syukri Ghozali) dan PP Muslimat (Mahmudah Mawardi). Dari pembicaraan tersebut menghasilkan beberapa keputusan yakni:
- Pembentukan organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dari IPNU
- Tanggal 2 Maret 1955 M/ 8 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU putri.
- Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukanpembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu Umroh Mahfudhoh dan sekretaris Syamsiyah Mutholib.
- PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah.
- Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU. Selanjutnya PB Ma’arif NU menyetujui dan mengesahkan IPNU putri menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Dalam perjalanan selanjutnya, IPPNU telah mengalami pasang surut organisasi dan berbagai peristiwa nasional yang turut mewarnai perjalanan organisasi ini.Khususnya di tahun 1985, ketikapemerintah mulai memberllakukan UU No. 08 tahun 1985 tentang keormasan khusus organisasi pelajar adalah OSIS, sedangkan organisasi lain seperti IPNU-IPPNU, IRM dan lainnya tidak diijinkan untuk memasuki lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pada Kongres IPPNU IX di Jombang tahun 1987, secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas organisasi dan IPPNU yang kepanjangannya “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” berubah menjadi “Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama”.
Selajutnya, angin segar reformasi telah pula mempengaruhi wacana yang ada dalam IPPNU. Perjalanan organisasi ketika menjadi “putri-putri” dirasa membelenggu langkah IPPNU yang seharusnya menjadi organisasi pelajar di kalangan NU. Keinginan untuk kembali ke basis semula yakni pelajar demikian kuat, sehingga pada kongres XII IPPNU di Makasar tanggal 22-25 Maret tahun 2000 mendeklarasikan bahwa IPPNU akan dikembalikan ke basis pelajar dan penguatan wacana gender.
Namun, pengembalian ke basis pelajar saja dirasa masih kurang. Sehingga pada Kongres ke XIII IPPNU di Surabaya tanggal 18-23 Juni 2003, IPPNU tidak hanya mendeklarasikan kembali ke basis pelajar tetapi juga kembali ke nama semula yakni “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama”. Dengan perubahan akronim ini, IPPNU harus menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi pembangunan SDM generasi muda utamanya di kalangan pelajar putri dengan jenjang usia 12-30 tahun dan tidak terlibat pada kepentingan politik praktis yang bisa membelenggu gerak organisasi. Namun perlu juga dipahami bahwa akronim “pelajar” lebih diartikan pada upaya pengayaan proses belajar yang menjadi spirit bagi IPPNU dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan seluruh komponen masyarakat Indonesia dengan mengedepankan idealisme dan intelektualisme .
Status organisasi IPNU dan IPPNU semula menjadi anak asuh LP. Ma’arif NU dan sejak tanggal 30 Agustus 1960 (Konggres IPNU VI dan IPPNU V). Status keduanya menjadi salah satu Badan Otonom NU yang tercantum dalam AD NU pasal 13 ayat 4.
Mantap. Sebagai remaja NU wajib banget nih gabung IPNU IPPNU.
BalasHapusUwu sekali jadi NU
BalasHapusGenerasi penerus bangsa ini 🤩
BalasHapusmantap sekali mbak. menambah wawasan saya tentang ke-IPNU IPPNU-an
BalasHapusTerimakasih kak, jadi tahu banyak nih tentang IPNU IPPNU
BalasHapusIPNU IPPNU 💚💛
BalasHapusMasyaAllah
BalasHapusNu menggolongkan kaum muda untuk dijadikan kader penerus perjuangan. lahirlah ipnu ippnu. Beruntung mengenal NU. Makasih min, tulisannya bagus. Izin copas👍
BalasHapusKader militan. Semangat terus kakak
BalasHapusMantab semangat...
BalasHapus